Lain Lain

Musuh Utama Man City dan Liverpool


Liverpool kembali ke puncak klasemen setelah mengalahkan Tottenham Hotspur (2-1), Minggu (31/3). Kemenangan itu menegaskan bahwa perebutan gelar juara Liga Primer Inggris 2018/19 ini tinggal menyisakan dua kandidat terkuat: Liverpool dan Manchester City. City menguntit di bawah Liverpool dengan selisih dua poin dan tetap mempunyai satu laga tunda (Liverpool 32 pertandingan, City 31 pertandingan).

Jika musim selanjutnya Man City bisa melenggang leluasa sendirian dan menegaskan gelar juara sejak pekan ke-32, musim ini tampaknya persaingan gelar juara bakal ketat sampai pekan terakhir. Dikatakan judi online bola terpercaya, Keduanya udah menyatakan diri selama musim ini bahwa mereka layak juara. Perlu diketahui juga, Liverpool dan City adalah dua kesebelasan teratas didalam urusan gol terbanyak sekaligus kebobolan paling sedikit.

Akan tapi tiap-tiap kesebelasan mempunyai “musuh” yang tidak sama didalam perjalanan akhir menuju gelar juara. Perbedaan persoalan inilah yang tampaknya bakal menjadi kunci Liverpool dan City didalam memilih nasib mereka terhadap akhir musim nanti.

City udah menegaskan diri juara Piala Liga musim ini. Selain Liga Primer Inggris, mereka juga tetap bersaing di Piala FA dan Liga Champions UEFA. Tiga persaingan yang dijalani City terhadap periode April inilah yang bisa menjadi penjegal City didalam menggapai gelar juara Liga Primer Inggris.

Pada April ini, City dinanti delapan pertandingan. Setiap pekan, mereka bakal hadapi dua kesebelasan. Bahkan terhadap periode 14-20 April, didalam tujuh hari, mereka hadapi tiga kesebelasan tidak sama dengan jeda pertandingan hanya dua hari.

Dengan jadwal layaknya ini, manajer mereka, Pep Guardiola, paham wajib bisa merotasi skuatnya didalam tiap tiap pertandingan agar pemain mereka bisa senantiasa bugar dan senantiasa memperoleh hasil maksimal. Jika pemain kelelahan, mereka bakal rentan cedera di mana perihal itu bisa merugikan City di waktu genting layaknya ini.

Terbaru, Sergio Agüero dikabarkan mengalami cedera. Pada laga melawan Fulham, penyerang Timnas Argentina tersebut terpaksa diganti terhadap menit ke-57 sebab jadi kesakitan. Melawan Cardiff City di tengah pekan ini, dia pun diragukan tampil. Fernandinho, Benjamin Mendy, dan Fabian Delph juga tetap belum sembuh dari cedera. Vincent Kompany pun memerlukan istirahat setelah memperoleh nyeri sebelum saat jeda internasional.

“Pertandingan seterusnya Rabu nanti kita bakal mengganti beberapa pemain. Ini penting untuk merawat ritme, tapi Fernandinho tetap jauh dari ritme tersebut. Rabu kita mempunyai laga Liga Primer lain, Sabtu kita berlaga di semifinal [Piala FA], Selasa pertandingan UCL. Kami memerlukan semua pemain.”

Lain Lain

Di Balik Mati Langkahnya De Gea


Tendangan Granit Xhaka di awal-awal pertandingan Arsenal melawan Manchester United jadi awal dari mimpi jelek Setan Merah di pekan ke-30 Liga Primer Inggris 2018/19, Minggu (10/3). Gol Xhaka jadi pembuka gol Arsenal sebelum akan Pierre-Emerick Aubameyang mengunci kemenangan Meriam London atas United bersama dengan skor 2-0. Pada gol pertama, kiper Manchester United, David De Gea, jadi sorotan dikarenakan terkesan lengah supaya menyebabkan tendangan Xhaka meluncur mulus ke gawang yang dijaganya. Tayangan kembali gol kemudian menyatakan bahwa ada keanehan dari tendangan Xhaka yang menyebabkan De Gea tidak benar jalankan antisipasi supaya nampak tak berkutik. Xhaka menendang memakai kaki kiri dari luar kotak penalti dan bola seolah-olah bakal mengarah ke segi kiri gawang. Menurut bonus deposit 100% untuk member baru De Gea segera bereaksi dan bergerak ke segi kiri gawang untuk menghilangkan bola. Namun sepersekian detik sehabis bola ditendang, secara tiba-tiba arah bola beralih menuju arah sebaliknya. Bola justru berbelok menuju gawang bagian kanan dan menyebabkan De Gea mati langkah.

Tendangan Xhaka ke gawang David De Gea selanjutnya merupakan tendangan yang dikenal bersama dengan sebutan knuckle shoot. Tendangan pengaruh selanjutnya seolah-olah menyebabkan bola berbelok dua kali atau nampak secara tiba-tiba, nampak dari jalan lengkungan awal. Ada banyak pemain yang dapat jalankan tendangan semacam ini. Cristiano Ronaldo, Juninho Penambuchano, Hakan Calhanouglu, dan sebagian pemain lainnya sering melakukannya lewat tendangan bebas mereka. Perubahan arah bola yang tiba-tiba dan sukar untuk dianggap menyebabkan knuckle shoot jadi tendangan yang sangat sukar untuk diantisipasi kiper. Perubahan arah yang berjalan tidak hanya pergantian secara horizontal, tetapi juga pergantian vertikal bersama dengan tiba-tiba bola menukik turun atau melayang di udara. Pemain yang jalankan tendangan ini pun sesungguhnya tidak paham kapan dan bakal ke mana bola tendangannya itu berbelok atau beralih arah. Ketidakpastian laju bola ini semakin menyebabkan tendangan knuckle shoot sangat ditakuti oleh kiper manapun di dunia.

Namun tentu saja tidak mudah untuk melepaskan tendangan knuckle shoot. Pemain profesional pun belum tentu dapat melakukannya tiap-tiap saat. Atau bahkan sebagian tendangan knuckle shoot nampak tanpa disengaja oleh sang penendang. Tingkat ada masalah tendangan ini nampak dari langkah melakukannya di mana bola wajib ditendang tepat di bagian tengah. Sedikit melenceng dari bagian tengah bakal menyebabkan tendangan jadi tendangan biasa atau jadi tendangan pisang yang melengkung menuju satu sisi, tendangan yang juga istimewa tetapi lebih mudah dilakukan. Sepakan tepat di tengah bola ini memiliki tujuan untuk menyebabkan bola meluncur tanpa mengalami putaran/rotasi serupa sekali. Setelah meluncur tanpa putaran, bola bakal menghadapi gesekan udara yang terhadap titik khusus bakal menyebabkan bola jadi berputar/berotasi. Rotasi bola akibat gesekan di udara ini yang kemudian menyebabkan bola beralih arah secara tiba-tiba dan menyebabkan kiper mati langkah.

Lain Lain

Keluarga Mavuba Memutuskan Untuk Mengungsi

Kenakan seragam tim nasional adalah suatu kebanggaan bagi semua pemain sepakbola. Tak terkecuali, siapa saja itu. Beberapa pemain kadang punya dilema dikala kudu menentukan negara mana yang dapat mereka bela. Adnan Januzaj (Belgia, Kosovo, Albania, Turki, Serbia, dan Inggris), Declan Rice (Inggris dan Republik Irlandia), Geoffrey Kondogbia (Republik Afrika Tengah dan Perancis), Thiago Motta (Italia dan Brasil), dan Wilfried Zaha (Pantai Gading dan Inggris) adalah lima contohnya.

Sebenarnya tetap banyak ulang cerita tentang kewarganegaraan ganda seorang pemain. Cerita-cerita itu tak dapat pernah usai, apalagi jikalau sudah memasukkan unsur naturalisasi di dalamnya.

Pemain sesungguhnya bisa menentukan negara gara-gara sebagian hal, bisa gara-gara tempat kelahirannya, keturunannya, sudah lama tinggal di suatu negara, hingga hal-hal yang murni soal olahraga. Namun bagaimana jikalau tersedia pemain yang lahir di laut atau di udara, atau apalagi di luar angkasa?

Untuk dua kasus terakhir sesungguhnya belum pernah terjadi (setidaknya yang ramai diperbincangkan), tetapi pernah tersedia satu kasus populer dikala seorang pesepakbola bingung menentukan warga negara gara-gara dia dilahirkan di laut. Pemain selanjutnya adalah Rio Mavuba.

Rio Antonio Zoba Mavuba adalah gelandang yang pernah membela Girondins de Bordeaux, Villarreal, dan Lille. Dia adalah putra berasal dari pesebakbola Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo) yang pernah bermain di Piala Dunia 1974, Ricky Mavuba Ndokia Ndombe. Ibunya seorang warga negara Angola. Namun kala sang ibu tengah memiliki kandungan Mavuba, perang sipil di Angola pecah.

Keluarga Mavuba memastikan untuk mengungsi, muncul berasal dari Angola manfaatkan sebuah kapal. Di tengah pelayaran inilah Rio Mavuba lahir, yaitu pada 8 Maret 1984. Hal yang lantas jadi unik, gara-gara pada akta kelahiran Rio Mavuba tertulis Born at Sea.

“Memang hanya tertulis `born-at-sea` di pasporku,” kata Mavuba, dikutip berasal dari BBC. “Sejauh yang aku ingat, aku tak pernah membicarakannya. Sejujurnya aku apalagi tak pernah jelas kisah pelayaran [untuk pengungsian] itu.”

Namun walaupun di dalam akte kelahirannya tertulis lahir di laut, itu tak membawa dampak Mavuba pusing tujuh keliling di dalam menentukan kewarganegaraannya. Karena pada September 2004, Perancis sudah mengesahkan Rio Mavuba sebagi warga negara Perancis. Negara ini sesungguhnya sudah menampung keluarganya setelah pengungsian tersebut.

Sayangnya Mavuba lantas jadi yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal kala Mavuba tetap berusia 14 tahun. Dia lantas coba pelarian ke sepakbola untuk menyikapi kesedihan dapat kehilangan orang tuanya tersebut. Enam th. setelahnya, dia sudah bisa jadi pemain reguler di Bordeaux.

Sejak 2004 Mavuba apalagi sudah join dengan Timnas Perancis U21. Dia bermain 20 kali di Perancis U21 dengan mencetak satu gol. Dia jadi kapten kala Perancis menekuni Toulon Tournament 2004 dan Piala Eropa U21 2006.

Pada th. 2004 itu termasuk sesungguhnya Mavuba ditawari untuk membela tanah kelahiran ayahnya, RD Kongo. Undangan selanjutnya disampaikan segera oleh Manajer RD Kongo kala itu, Claude LeRoy.

“Aku besar di Perancis. Aku orang Perancis. Jika Claude LeRoy mengundangku untuk lihat pertandingan [RD] Kongo, aku dapat dengan puas hati datang. Namun aku dapat bermain untuk Perancis berasal dari sekarang,” kata Mavuba kala itu pada situs judi yang banyak bonus.

Tidak perlu kala lama, 2004 termasuk jadi th. yang luar biasa bagi Mavuba gara-gara dia menekuni debut untuk Timnas Perancis Senior pada 18 Agustus 2004. Mavuba bermain dikala Perancis ditahan imbang Bornia-Herzegovina di pertandingan pershabatan yang terjadi di Rennes.

Selain Mavuba, tersedia satu orang populer lainnya yang lahir di laut, tepatnya di Terusan Panama (meski itu bukan persis laut). Senator Amerika Serikat 1987-2018, John McCain, lahir di Coco Solo, Terusan Panama, pada 1936. Namun secara tehnis dia lahir di Amerika gara-gara kala itu Terusan Panama dimiliki oleh Amerika Serikat.

Lain Lain

Lukasz Fabianski Sebagai Rekomendasi

Blank gameweek 31 telah tiba! Hanya dapat ada lima laga yang dipertarungkan terhadap pekan ke-31. Apakah kalian telah menyiapkan langkah untuk menghadapi GW31 ini jauh-jauh hari? Jika belum, kalian mampu saja memanfaatkan chip free hit jika masih ada. Berikut adalah lebih dari satu anjuran pemain belakang yang kiranya mempunyai peluang untuk raih poin di pekan ke-31 ini. Sekadar berikan tahu, catatan statistik yang kami memanfaatkan di setiap pemain adalah berdasarkan dari tampilan di empat gameweek terakhir (ditandai dengan*).

Di posisi kiper, kami ulang merekomendasikan Lukasz Fabianski (West Ham, £4.8) meski terhadap GW30 selanjutnya dia gagal berikan poin akibat dua gol yang dicetak oleh Cardiff City. Dalam laga tersebut, memang Fabianski cukup repot bersama melakukan 5 penyelamatan. Namun dia cuma dianugerahi dua poin untuk pertama kalinya di dalam tujuh pekan terakhir yang dilakoninya.

Menghadapi Huddersfield Town di kandang, Fabianski berpeluang raih nirbobol untuk West Ham United karena dia berhasil mencetak dua nirbobol dari empat pertandingan kandang terakhirnya. Selain itu, Huddersfield cuma membuahkan delapan gol selama pertandingan tandangnya di musim 2018/19 ini.

Beralih ke barisan bek, Trent Alexander-Arnold (Liverpool, £5.6) termasuk ulang kami rekomendasikan meski di GW30 dia gagal berikan sumbangsih poin sementara berhadapan bersama Burnley. Liverpool dapat bertandang ke Craven Cottage untuk menghadapi Fulham di pekan ke-31. bonus deposit 100% untuk member baru mengatakan, TAA berpotensi raih poin baik dari nirbobol maupun usaha menyerangnya. Alasan pertama, Fulham belum kunjung mampu menang di enam laga terakhirnya (enam kekalahan didapat meski telah berganti manajer baru). Alasan kedua, bek asal Inggris ini mempunyai statistik menyerang mengesankan di empat laga terakhir yang dilakoninya.

Alexander-Arnold tercatat sebagai bek yang paling sering melepaskan umpan silang bersama 26 umpan* dan menciptakan 10 peluang* (terbanyak di antara bek). Tak heran catatannya mencolok karena dia sering kali jadi eksekutor bola mati maupun tendangan pojok. Statistik menyerang yang dimiliki TAA mampu saja jadi poin asis karena lini pertahanan sebelah kiri Fulham telah kecolongan 22 peluang* (terbanyak kedua).

Lain Lain

Sepakbola dan Identitas Sosial


Kita seringkali mendengar penggemar sepakbola membangga-banggakan kesebelasan nasional negaranya atau lebih-lebih pemain yang berasal dari negaranya. Ketika tim nasionalnya menang, mereka turut suka dan bangga. Ketika tim nasionalnya kalah, mereka turut bersedih. Seakan mereka termasuk turut bertanding.

Tak hanya tim nasional, penggemar sepakbola lebih-lebih yang bukan berasal dari negara superpower dalam sepakbola kebanyakan turut membangga-banggakan pemain yang berasal dari negaranya meski tak tengah membela tim nasional. Mohamed Salah misalnya, tetap dipuja-puja warga Mesir disaat ia tengah bermain untuk Liverpool. Bahkan tak sedikit pula warga Mesir yang jadi penggemar dadakan klub asal Merseyside ini hanya karena Salah, pemain kebanggaan mereka, bermain untuk klub tersebut.

Menurut bonus deposit 100% untuk member baru, Membanggakan seorang pemain atas basic kebangsaan barangkali telah mainstream, tetapi kini yang tengah populer adalah turut membanggakan pemain atas basic agama. Semangat inilah yang diusung oleh akun Instagram Muslim Footballers dan Muslim Athletes.

Muslim Footballers (@muslimfoorballer) adalah akun di Instagram yang menyajikan informasi, berita, foto, fakta dan kutipan dari pesebakbola Muslim. Akun ini sering membagikan Info berkaitan keislaman seorang pemain sepakbola, kalau foto seorang pemain sepakbola yang tengah melaksanakan Umroh, Haji atau sebatas salat berjamaah di Masjid. Nama pemain sepakbola terkenal yang sering disebut di akun ini adalah Salah dan N’golo Kante. Tak jarang pula pertanyaan seperti “Pemain A Islam bukan min?” terlihat di kolom komentar akun Instagram ini. Akun Instagram Muslim Athletes (@muslimathletes) tak jauh tidak sama bersama akun Muslim Footballers. Bedanya ia menyajikan Info berkaitan atlet olahraga secara luas, tak hanya pemain sepakbola saja.

Akun Muslim Athletes diikuti sebanyak 190 ribu pengikut saat akun Instagram Muslim Footballers diikuti 13 ribu pengikut. Kedua akun ini dan pengikutnya miliki impuls yang sama bersama impuls nasionalisme. Mereka turut bangga disaat pemain beragama Islam sukses meraih penghargaan. Mereka lebih-lebih menopang pemain beragama Islam meskipun pemain tersebut tak tengah bermain untuk klub atau kesebelasan yang di dukung oleh sang fans.

Selama ini kita menganggap bantuan yang diberikan penggemar terhadap pemain sepakbola dari negaranya sebagai suatu hal yang wajar. Sementara, tak sedikit yang beranggapan bahwa akun seperti Muslim Athletes adalah suatu hal yang absurd. Padahal jikalau kita tinjau ulang, menopang atas basic nasionalisme termasuk merupakan rencana yang tak kalah absurd. Kita tak mengenal sang pemain secara pribadi, kita lebih-lebih barangkali tak pernah berjumpa dengannya secara langsung. Mengapa kita perlu mulai bangga disaat sang pemain meraih prestasi?

Yuval Noah Harari dalam karyanya Sapiens: A Brief History of Mankind berpendapat bahwa nasionalisme sebatas suatu mitos bersama atau “shared myth”. Ia hanya tersedia karena manusia secara beramai-ramai mempercayai mitos tersebut. Mitos ini terlihat seiring perkembangan peradaban. Dahulu, manusia hidup dalam kelompok-kelompok kecil sehingga ia miliki ikatan yang kuat secara pribadi. Seiring membesarnya kelompok manusia sampai suatu titik di mana nyaris tak barangkali mereka mengenal satu sama lain secara pribadi, diperlukan suatu metode organisasi sosial yang baru. Salah satunya adalah nasionalisme.

Kisah fiksi nasionalisme terlihat sebagai metode organisasi sosial untuk menghimpun cara pandang begitu banyak ragam manusia. Menurut Benedict Anderson, nasionalisme adalah suatu imagined community. Ia merupakan konstruksi sosial untuk menghimpun begitu banyak ragam manusia dalam suatu komunitas yang di mana ia miliki rasa kepemilikan atau “sense of belonging”. Sense of belonging terhadap suatu bangsa inilah yang membuat seorang penggemar sepakbola menopang dan turut membanggakan prestasi seorang pemain yang berasal dari negara mereka.

Setiap manusia miliki identitas yang interseksional. Identitas tersebut dapat mencakup gender, ras, bangsa, agama, suku, strata sosial dan lain-lain. Seseorang dapat saja berbangsa X, beragama Y dan bersuku Z. Sebagai contoh, aku adalah seseorang yang berwarganegara dan berbangsa Indonesia, beragama Islam dan merupakan keturunan suku Melayu. Oleh karena itu, sebetulnya identitas aku tak hanya terbatas sebagai seseorang yang berbangsa Indonesia.

Sepanjang histori peradaban manusia, identitas utama seseorang selalu berganti. Di jaman kekhalifahan Islam misalnya, agama jadi identitas utama seseorang. Bahkan di jaman Perang Dunia II, kelompok Nazi tempatkan identitas ras Arya sebagai identitas utama mereka. Meski merupakan warga negara Jerman, Yahudi dieksterminasi karena tak miliki ras Arya yang diakui superior. Keutamaan negara bangsa sebagai identitas seseorang adalah konstruksi yang merupakan warisan bangsa barat. Konsep negara-bangsa yang berdaulat berasal dari Eropa bersama ditandatanganinya Perjanjian Westphalia.